Rabu, 01 Agustus 2012

pengertian pertumbuhan dan perkembangan

A.   PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

1.      Pengertian pertumbuhan
C.P. Chaplin, mengartikan pertumbuhan sebagai suatu pertambahan  atau kenaikan dalam ukuran dalam bagian-bagian tubuh atau dari organism sebagai suatu keseluruhan. Menurut A.E.Sinolungan, pertumbuhan menunjuk pada perubahan kuantitatif,  yaitu yang dapat dihitung atau diukur, seperti panjang atau berat tubuh. Sedangkan Ahmad Thanthawi, mengartikan pertumbuhan sebagai perubahan jasad yang meningkat dalam ukuran (size)  sebagai akibat dari adanya prbanyakan (multiplication) sel-sel.
Jadi, dapat disimpulkan pertumbuhan adalah proses perubahan fisiologis yang bersifat progresif dan continue serta berlangsung dalam periode tertentu dan merujuk pada perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran dan struktur seperti pertumbuhan badan, kaki, kepala, jantung, paru-paru dan lain sebagainya. Pertumbuhan fisik bersifat meningkat, menetap dan kemudian mengalami kemunduran sejalan dengan bertambahnya usia.
2.      Perkembangan
Menurut Chaplin, perkembangan diartikan sebagai (1) perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organism, dari lahir sampai mati, (2) pertumbuhan, (3) perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah kebagian-bagian fungsional, (4) kedewasaan atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang tidak diketahui.
      Menurut Reni Akbar Hawadi, perkembangan  secara luas menunjuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan ciri-ciri yang baru. Menurut F.J.Monks, dkk., pengertian perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah  yang lebih sempurna dan tidak dapat diulang kembali. Perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami  individu atau organisme menuju  progresif, dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik maupun psikis.
      Kesimpulannya adalah bahwa perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan  rohaniah menuju ketahap kematangan melalui, pertumbuhan, pematangan dan belajar.
B.   ASPEK PERTUMBUHAN DAN ASPEK PERKEMBANGAN
      Aspek pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada manusia meliputi pertumbuhan dan perkembangan fisik, intelektual, emosi, bahasa bakat, sikap, nilai, dan moral.

1.      Perkembangan fisik
      Fisik atau tubuh manusia merupakan system organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Kuhlen dan Thompson mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu  Sistem Syaraf, Kelenjar Endokrin, Otot-otot, dan struktur fisik atau tubuh. Aspek fisiologis lainnya yang sangat penting bagi kehidupan manusia adalah otak yang merupakan pusat perkembangan dan fungsi kemanusiaan yang sangat menentukan bagi perkembangan individu lainnya baik keterampilan motorik, intelektual, emosional, social, moral maupun kepribadian.
a.)    Pekembangan Fisik pada Masa Bayi
      Perkembangan fisik manusia dimulai sejak masih dalam kandungan ibu dan berlanjut pada masa bayi dan anak-anak,hingga remaja. Selama dua tahun pertama kehidupannya, perkembangan fisik bayi berlangsung sangat ekstensif. Pada saat lahir bayi memiliki kepala yang sangat besar dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Dalam rentan waktu 12 bulan, bayi dapat duduk, berdiri, membungkuk, memanjat dan bahkan berjalan. Kemudian selama tahun kedua, pertumbuhan fisiknya melambat tetapi pada kegiatan-kegiatan seperti berlari dan memanjat pertumbuhannya justru semakin cepat.
      Pada saat dilahirkan panjang rata-rata bayi adalah 20 inci atau 50 cm, dengan berat 3,4 kg. selama bulan-bulan pertama kehidupannya berat badan bayi bertambah sekitar 5-6 ons perminggu. Pada usia 2 tahun, berat bayi mencapai sekitar 13-16 kg dengan tinggi sekitar 32-35 inci
      Pada masa bayi terlihat gerakan-gerakan spontan yang disebut “refleks”. Refleks adalah gerakan-gerakan bayi yang bersifat otomatis dan tidak terkoordinir sebagai reaksi terhadap rangsangan tertentu serta member bayi respon penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Diantara refleks-refleks yang muncul pada masa bayi itu adalah, refleks menghisap dan mencari, refleks moro, dan refleks menggenggam. Perkembangan refleks dan fungsi motorik pada bayi kemudian memunculkan serangkaian tingkah laku yang lebih kompleks seperti pola tidur dan bangun, tingkah laku toileting dan tingkah laku makan dan minum.
      Sebelum tingkah laku refleks menghilang bayi sudah dapat melakukan beberapa gerakan yang lebih terkendali dan disengaja. Pada umur empat minggu, umumnya bayi dapat mengangkat kepalanya dari posisi tengkurap. Pada usia 3-4 bulan, bayi dapat berguling dan seterusnya bayi dapat  menopang sebagian berat badan dengan kakinya. Kemudian duduk, merangkak dan berdiri. Pada usia 18-24 bulan anak-anak yang baru belajar berjalan, dapat berjalan cepat pada jarak pendek, menyeimbangkan kaki mereka dalam posisi berjongkok, berjalan mundur, berdiri dan menendang bola, serta lompat ditempat. Bayi juga melakukan keterampilan-keterampilan sederhana seperti menjangkau dan menggenggam pada usia 4-5 bulan, dan selama 2 tahun kemampuan tersebut semakin baik.
      Bayi yang baru lahir dilengkapi dengan indra atau sistem sensorik untuk mendeteksi, mentranduksi,dan meneruskan semua informasi yang dating kepadanya. Contohnya bayi yang baru lahir telah memiliki kepekaan terhadap rasa, memiliki reaksi terhadap berbagai bau, mendengar, dan telah memiliki kesiapan untuk merespon secara difensial berbagai aspek penglihatannya
      Pada saat bayi masih dalam kandunga ibunya, badannya telah membentuk sekitar 1.5 milyar sel-sel saraf per menit. Pada saat lahir, berat otak bayi 1/8 dari berat otak dewasanya, maka pada ulang tahun kedua otak bayi sudah mencapai 75% dari otak dewasanya.
b.)    Perkembangan Fisik pada Masa Anak-anak Awal
      Selama masa anak-anak awal, pertumbuhan fisik berlangsung lambat dibandingkan dengan pertumbuhan selama masih bayi. Pertumbuhan fisik yang lambat inberlangsung sampai mulai munculnya tanda-tanda pubertas, yakni kira-kira 2 tahun menjelang anak matang secara seksual.
      Selama masa anak-anak awal, tinggi anak bertumbuh 2.5 inci, dan berat bertambah 2,5-3,5 kg setiap tahunnya. Usia 3 tahun, tinggi anak sekitar 38 inci dan beratnya 16,5 kg. Usia 5 tahun tinggi anak mencapai 43.6 inci, dan berat 21,5 kg. ketika anak prasekolah, persentasi pertumbuhan dalam tinggi dan berat berkurang setiap tahun.
      Diantara perkembangan fisik yng sangat penting selama masa anak-anak awal adalah perkembangan otak dan system syaraf ang berkelanjutan. Pertumbuhan otak pada masa ini disebabkan oleh pertambahan jumlah dan ukur n urat saraf yang berujung di dalam dan diantara daerah-daerah otak. Bisa juga disebabkan pertambahan myelination, yaitu suatu proses dimana sel-sel urat saraf ditutup dan disekat oleh suatu lapisan sel-sel lemak. Proses ini berdampak terhadap peningkatan kecepatan informasi yang berjalan melalui sistem urat saraf.
      Perkembangan fisik pada masa anak-anak ditandai dengan berkembangnya keterampilan motorik, baik kasar maupun halus. Usia 3 tahun, anak sudah dapat berjalan dengan baik, dan usia 4 tahun anak hampir menguasai cara berjalan orang dewasa. Usia 5 tahun anak sudah terampil menggunakan kakinya untuk berjalan dengan berbagai cara, menyeimbangkan tubuh diatas satu kaki, berlari jauh, melukis, menggunting dan melipat kertas dan lain sebagainya
c.)    Perkembangan Fisik pada Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak.  
      Masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat sampai terjadinya pubertas, kira-kira 2 tahun anak-anak menjadi matang secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat.
      Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak daripada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi Karena bertambahnya ukurn system rangka dan otot serta ukuran beberapa organ tubuh. Kekuatan otot juga bertambah karena factor keturunan dan latihan (olahraga).
      Dengan terus berkembambangnya berat dan kekuatan badan, maka selama masa pertengahan dan akhir anak-anak ini perkembangan motorik menjadi lebih halus dn lebih terkoordinasi. Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari, makin mampu menjaga keseimbangan badannya, dan makin pandai melompat. Penguasaan badan, seperti membongkok, melakukan bermacam-macam olahraga berkembang pesat.
d.)   Perkembangan Fisik pada Masa Remaja
      Perubahan-perubahan fisik merupakan gejala-gejala primer dalam pertumbuhan masa remaja, yang berdampak pada perubahan psikologis. Tinggi rata-rata anal laki-laki dan perempuan pada usia 12 tahun adalah 59/60 inci. Tetapi pada usia 18 tahun, tinggi rata-rata remaja laki-laki adalah 69 inci dan perempuan 64 inci. Percepatan pertumbuhan badan juga terjadi dalam penambahan berat badan, yakni sekitar 13 kg bagi anak laki-laki dan 10 kg bagi anak perempuan.
      Kematangan seksual merupakan suatu rangkaian dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang ditandai dengan perubahan seks primer dan seks sekunder. Cirri-ciri seks primer merujuk pada organ tubuh yang secara langsung berhubungan dengan alat reproduksi. Bagi anak laki-laki, cirri seks primer ditunjukkan dengan pertumbuhan yang cepat dari batang kemaluan dan kantung kemaluan, yang mulai terjadi pada usia 12 tahun dan berlangsung sekitar 5-7 tahun. Testis mencapai kematangan pada usia 20/21 tahun, yang bermula pada peningkatan panjang penis, yang secara berangsur-angsur membesar.
      Sementara itu pada anak perempuan perubahan ciri-ciri seks primer ditandai dengan munculnya periode menstruasi yang menunjukkan bahwa mekanisme reproduksi anak perempuan telah matang, sehingga memungkinkan mreka untuk mengandung dan melahirkan anak. Menstruasi ini dipengaruhi oleh perkembangan indung telur (ovarium) yang memproduksi sel-sel telur (ovum)  dan hormone-hormon estrogen dan progesteron.
      Ciri-ciri seks sekunder pada laki-laki adalah tumbuh kumis dan janggut, jakun, bahu dan dada melebar, suara berat, tumbuh bulu di ketiak, di dada, di kaki dan di lengan dan disekitar kemaluan, serta otot-otot menjadi kuat. Sedangkan pada perempuan terlihat payudara dan pinggul yang membesar, suara menjadi halus, tumbuh bulu diketiak dan di sekitar kemaluan.
2.      Perkembangan Intelektual
Istilah intelek berasal dari bahasa inggris intellect yang menurut Chaplin diartikan sebagai
·         Proses kognitif, proses berfikir, daya menghubungkan, kemampuan menilai, dan kemampuan mempertimbangkan;
·         Kemampuan mental atau intelegensi. [1]
      Menurut Mahfudin shalahuddin, intelek adalah akal budi atau inteligensi yang berarti kemampuan untuk meletakkan hubungan dari proses berfikir. Pengertian intelek tidak berbeda dengan pengertian inteligensi yang memiliki arti kemampuan untuk melakukan abstraksi, serta berfikir logisdan cepat sehingga dpat bergerak dan menyesuaikan diri dengan situasi baru.
      Jean Piaget membagi perkembangan intelek atau kognitif menjadi empat tahapan, yaitu:
a.)    Tahap Sensori-Motoris (0-2 tahun)
       Pada tahap ini anak berada dalam suatu masa pertumbuhan yang oleh kecerungan-kecenderungan sensori-motoris yang sangat jelas. Menurut Piaget, pada tahap ini interaksi anak dengan lingkungannya dilakukan melalui perasaan dan otot-ototnya, sehingga kemampuan anak berkembang untuk mempersepsi, melakukan sentuhan-sentuhan, melakukan gerakan-gerakan, dan secara perlahan-lahan belajar mengoordinasi tindakan-tindakannya. [2]
b.)    Tahap Praoperasional (2-7 tahun)
      Tahap ini disebut juga tahap intuisi sebab perkembangan kognitifnya ditandai oleh suasana intuitif. Artinya semua perbuatan rasionalnya tidak didukung oleh pemikiran, tetapi oleh unsur  perasaan, kecenderungan alamiahk, sikap-sikap yang diperoleh dari orang-orang yang bermakna, dan lingkungan sekitarnya.
      Pada tahap ini anak sangat bersifat egosentris, anak cenderung sulit untuk memahami pandangan orang lain dan lebih banyak mengutamakan pandangannya sendiri. Anak juga mampumenyimpan kata-kata serta menggunakannya, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan mereka. [3]
c.)    Tahap Operasional Konkret (7-11 tahun)
      Pada tahap ini anak mulai menyesuaikan diri dengan realitas konkret dan sudah mulai berkembang rasa ingin tahunya. Anak sudah dapat mengamati, menimbang, mengevaluasi dan menjelaskan pikiran-pikiran orang lain dalm cara-cara yang kurang egosentris dan lebih objetif, sudah mulai memahami hubungan fungsional karena mereka sudah menguji coba suatu permasalahan, tatpi masih harus dengan bantuan benda konkret dan belum mampu melakukan abstraksi. [4]
d.)   Tahap Operasional Formal (11 tahun keatas)
      Pada tahap ini anak sudah mampu mewujudkan suatu keseluruhan dalam pekerjaannya yang merupakan hasil dari berpikir logis, mampu melaksanakan absraksi, memaknai arti kiasan dan simbolik, dan memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat hipotetis. [5]
3.      Perkembangan Emosi
      Istilah emosi menurut Daniel Goleman adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran , perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. Chaplin mengatakan bahwa emosi adalah suatu keadaan yang teransang dari organism mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. [6]
a.)    Perkembangan Emosi pada Masa Bayi
      Menurut Carrol Izard, beberapa ekspresi emosi selama bayi, yaitu kegembiraan diekspresikan pada usia 4 bulan, ketakutan pada usia 5-8 bulan, dan emosi-emosi malu, kebingungan, rasa bersalah, cemburu dan kebanggaan diekspresikan pada saat anak belajar berjalan.[7]
b.)    Perkembangan Emosi pada Masa Kanak-kanak Awal
      Pada rentan usia 2-4 tahun, terjadi penambahan yang pesat mengenai jumlah istilah yang digunakan untuk menggambarkan emosi dan mereka mulai belajar mengenai penyebab dan konsekuensidari perasaan-perasaan yang dialami. Usia 5-10 tahun, anak menunjukkan peningkatan kemampuandalam merefleksi emosi dan memiliki pemahaman yang lebih kompleks  tentang hubungan emosi dengan situasi tertentu. Mereka juga menunjukkan kesadaran yang tinggi dalam mengatur dan mengontrol emosi sesuai dengan standar sosial.[8]
c.)    Perkembangan Emosi pada Masa Kanak-kanak Madya dan Kanak-kanak Akhir
      Berikut ini adalah beberapa perubahan yang penting pada masa ini.
·         Peningkatan kemampuan untuk memahami emosi kompleks dan emosi lebih terinternalisasi dan terintegrasi dengan tanggung jawab personal. memahami bahwa satu orang bisa mengalami lebih dari satu emosi dalam situasi tertentu.
·         Peningkatan kecenderungan untuk lebih mempertimbangkan kejadian-kejadian yang menyebabkan reaksi emosi tertentu, dan mampu menekan dan menutupi emosional yang negatif dan mampu mengalihkan perasaan ketika mengalami emosi.[9]

d.)   Perkembangan Emosi pada  Masa Remaja
      Reed Larson dan Marise Richard, menemukan bahwa remaja melaporkan bahwa emosi yang lebih ekstrem dan lebih berubah-ubah dibandingkan orang tua mereka. Sebagai contoh seorang remaja 5 kali lebih mungkin untuk mengatakan dirinya sangat bahagia dan 3 kali lebih mungkin Untuk Menyatakan Sangat Sedih Dibandingkan Orang Tua Mereka.
      Fluktuasi emosi pada masa remaja awal, mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal pada masa ini. Mood akan menjadi lebih tidak ekstrem seiring dengan beralihnya remaja menjadi orang dewasa, dan penurunan ini mungkin saja berhubungan dengan adanya adaptasi terhadap lingkungan sama-sama berpengaruh terhadap keadaan emosi dari seorang remaja. [10]
4.      Perkembangan Bahasa
Laura E. Berk mengatakan bahwa perkembangan bahasa merupakan kemampuan khas manusia yang paling kompleks dan mengagumkan. Sungguhpun kompleks, pada umumnya bahasa berkembang dengan cepat pada  manusia, terutama pada masa kanak-kanak.
Secara umum, perkembangan bahasa dibagi menjadi empat komponen, yaitu:
·         Fonology, berkenaan dengan bagaimana individu memahami dan menghasilkan bunyi pembicaraan bahasa.
·         Semantik, berkenaan dengan makna kata atau cara yang mendasari konsep-konsep yang diekspresikan dalam kata-kata atau kombinasi kata.
·         Tata bahasa, berkenaan dengan penguasaan kosa kata dan kemudian memodifikasinya kedalam cara-cara yang bermakna.
·         Pragmatik, berkenaan dengan sisi komunikatif dari bahasa. [11]
a.)    Perkembangan Bahasa pada Masa Bayi
      Suara pertama yang diucapkan oleh seorang bayi ang baru lahir adalah tangisan. Menangis adalah salah satu cara pertama bagi bayi berbicara dengan dunia luar. Selama bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi banyak merengek, menjerit, menguap, bersin, mrnggeram dan sebagainya. Kemudian pada usia 1-6 bulan, bayi mulai memperlihatkan suatu minat pada suara, bermain dengan air liur dan merespon suara. Pada usia 6 bulan bayi memperlihatkan ocehan yang lebih baik, sesuai dengan situasi. [12]
      Pada usia 9-12 bulan bayi mulai memahami pelajaran, seperti “daah” ketika mengucapkan selamat tinggal. Pada saat anak-anak berusia 18-24 bulan, mereka biasanya mengucapkan pertanyaan yang terdiri dari dua kata dan dapat mengucapkan kosa kata antara 50 s/d 300 kata. [13]
b.)    Perkembangan Bahasa pada Masa Anak-anak Awal
      Pada masa ini penguasaan kosa kata anak meningkat pesat dan telah mengalami seiumlah nama-nama dan hubungan antara simbol-simbol. Anak mengucapkan kalimat yang makin panjang dan makin bagus. Schaerlaekens membedakan perkembangan bahasa pada masa awal  anak-anak ini menjadi tiga, yaitu periode pra-lingual (kalimat satu kata), periode lingual-awal (kalimat-dua-kata), dari 1-2,5 tahun, dan periode diferensiasi (kalimat-tiga-kata dengan bertambahnya diferensiasi pada kelompok kata dan kecapan verbal. [14]
c.)    Perkembangan Bahasa pada Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak
      Selama masa akhir anak-anak, perbendaharaan kosakata anak meningkat dan cara anak-anak menggunakan kata dan kalimat bertambah kompleks dan menyerupai bahaa orang dewasa. Ketika anak masuk kelas satu SD perbendaharaan kosakatanya sekitar 20.000-24.000 kata. Saat anak duduk dikelas enam, perbendaharaan kosakatanya sekitar 50.000 kata. Perkembangan bahasa anak usia sekolah juga terlihat dalam cara anak berpikir tentang kata-kata disertai dengan kemampuan dalam tata bahasa. [15]
d.)   Perkembangan Bahasa pada Masa  Remaja
      Karakteristik perkembangan bahasa remaja di dukung oleh perkembangan kognitifnya. Remaja mulai mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip berpikir ilmiah secara baik pada setiap situasi dan mengalami peningkatan kemampuan dalam menyusun pola hubungan secara komprehensif, membandingkan secara kritis antara fakta dan asumsi dengan mengurangi penggunaan simbol-simbol dan terminology konkret dalam mengomunikasikannya.
      Sesuai dengan perkembangan psikis remaja yang sedang berada pada fase menjadi jati diri maka remaja sering kali membangun dan memiliki bahasa khas remaja yang dikenal dengan istilah bahasa gaul. Bahkan sekarang sudah diterbitkan kamus bahasa gaul. [16]
5.      Perkembangan Bakat
      Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang masih bersifat potensial dan memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baik yang bersifat umum maupun khusus. Disebut bakat khusus apabila kemampuan yang potensial tersebut bersifat khusus seperti bakat akademik, social, seni, kinestik, dan lain-lain. [17]
      Ada lima jenis bakat khusus, yaitu (a) bakat akademik khusus, (b) bakat berfikir kreatif-produktif, (c) bakat seni, (d) bakat kinestetik/psikomotorik, dan (e) bakat sosial. Adapun factor-faktor internal yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus adalah minat, motif berprestasi, keberanian mengambil resiko, keuletan dalam menghadapi tantangan, dan kegigihan dalam mengatasi kesulitan.
      Faktor-faktor eksternal yang memengaruhi perkembangan bakat khusus adalah kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri, sarana dan prasarana, dukungan dan dorongan orang tua/keluarga, lingkungan tempat tinggal dan pola asuh orang tua. [18]
6.      Perkembangan Moral
      Perkembangan moral adalah perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Anak-anak ketika dilahirkan tidak memiliki moral, tetapi dalam dirinya terdapat potensi moral yang siap untuk dikembangkan. [19]
      Dalam mengembangkan moral, peranan orang tua sangatlah penting. Beberapa sikap orang tua yang perlu diperhatikan sehubungan dengan perkembangan moral anak, diantaranya sebagai berikut. [20]
·         Konsisten dalam mendidik anak.
·         Sikap orang tua dalam keluarga yang dapat dituru oleh anak.
·         Penghayatan dan pengamalan agama yang dianut.
·         Sikap konsisten orang tua dalam menerapkan norma.
     Proses perkembangan moral anak berlangsung melalui beberapa cara, sebagai berikut. [21]
·         Pendidikan langsung, yaitu melalui penanaman pengertian tentang tingkah laku yang benar dan yang salah dan dengan melalui keteladanan.
·         Identifikasi, yaitu dengan cara mengidentifikasi atau meniru penampilan atau tingkah laku moral seseorang yang menjadi idolanya.
·         Proses coba-coba, yaitu dengan cara mengembangkan tingkah laku moral secara coba-coba.
      Tahap-tahap perkembangan moral yang sangat dikenal adalah yang dikemukakan oleh Lawrence E.Kohberg berikut ini. [22]
·         Tingkat prakonvensional: aturan-aturan dan ungkapan-ungkapan moral masih ditafsirkan oleh anak berdasarkan akibat fisik yang akan diterimanya baik baik suatu kenikmatan maupun yang menyakitkan. Tingkat, yaitu orientasi hukuman dan kepatuhan serta orientasi relativis-instrumental.
·         Tingkat konvensional atau konvensional awal: aturan-aturan dan ungkapan-ungkapan moral dipatuhi atas dasar menuruti harapan keluarga, kelompok atau masyarakat. Tingkat ini memiliki dua tahap, yaitu orientasi kesepakatan antara pribadi atau disebut “orientasi anak manis” serta orientasi hokum dan ketertiban.
·         Tingkat pascakonvensional: aturan-aturan dan ungkapan-ungkapan moral dirumuskan secara jelas berdasarkan nilai-nilai dan prinsip moral yang memiliki keabsahan dan dapat diterapkan, terlepas dari otoritas kelompok atau orang yang berpegang pada prinsip tersebut dan terlepas pula dari identifikasi diri dengan kelompok tersebut. Tingkat ini memiliki dua tahap, yaitu orientasi kontrak sosial legalitas dan orientasi prinsip etika universal. 


[1] Moh ali,27
[2] Moh ali, 29
[3] ibid
[4] Moh ali, 29
[5] ibid
[6] Moh ali,62
[7] Desmita,116

[8] Santrock ,17
[9] Ibid, 18
[10] Ibid, 19
[11] Moh ali, 122-123
[12] Desmita, 114
[13] Ibid
[14] Ibid, hal 139
[15] Ibid, hal 179
[16] Moh ali, 127
[17] Moh ali, 78
[18] Moh ali, 81
[19]  Desmita , 149
[20] Syamsul Yusuf, 133
[21] Ibid, 134
[22] Moh Ali, 140

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar